Meraih Sukses dengan Mesin "Sukses Matic"

Beberapa tahun lalu, saya menghadiri presentasi seorang kawan yang saya nilai sukses sebagai pebisnis dalam sebuah acara seminar. Kawan saya ini mendirikan lembaga kursus bahasa Inggris di berbagai daerah. Istrinya ikut aktif, berperan sebagai direktur keuangan. Awalnya hanya kursus bahasa Inggris, kemudian berkembang menjadi lembaga pelatihan manajemen, konsultan dan beberapa kegiatan lainnya.

Yang menarik dari kisah sukses yang ia ceritakan di forum adalah tentang kesibukan nya sebagai pengusaha.

" Hari ini saya di sini, nanti langsung ke Jogja, besok ke Surabaya. Saya terbiasa sibuk. Ketemu dengan istri harus janjian. Kadang ketemu sebentar di bandara atau stasiun kereta api, ngobrol dan pisah lagi karena kesibukan kami masing-masing," ujarnya sambil menunjukkan kebanggaan sebagai CEO sukses.

Seketika itu saya merenung, sebenarnya buat apa ia melakukan kegiatan begitu padat kalau akhirnya ia terjerat pada kesibukan yang ia ciptakan sendiri.

Sementara saya melihat beberapa orang yang sama suksesnya tapi hidupnya tidak perlu sesibuk CEO tadi. Mereka bisa hadir dalam kegiatan reuni sekolah, sering hadir di Kopdar group Medsos, menjadi panitia pembangunan masjid, menjadi komite sekolah, ikut pengajian serta kegiatan sosial lainnya.

Kesibukan sebatas apa yang diperbolehkan atau diperlukan untuk mendapatkan predikat sukses di masyarakat modern (dan juga di akhirat kelak) ? Kerja keras macam apa yang harus  kita lakukan? Bagaimana agar ekonomi keluarga tetap tumbuh tapi kesibukan berkurang?

Pertanyaan pertanyaan ini berkecamuk demi melihat begitu hebat kesibukan kawan saya yang sukses itu.

Saya jadi teringat tentang mobil matic dan manual. Jika saya menyetir mobil manual, maka tangan dan kaki saya akan "sibuk" hingga sampai tujuan. Sementara jika mobil saya matic, energi yang saya keluarkan lebih hemat tapi sampai di tujuan dengan waktu yang sama.

Kata teman saya yang paham mobil, pada mobil matic, perpindahan rasio transmisi dikerjakan oleh sistem robotik dengan memperhitungkan berbagai parameter. diantaranya, putaran mesin, pijakan pedal gas, kecepatan, dan parameter yang lainnya. Jadi, pengemudi tidak lagi direpotkan dengan takometer, speedometer, pedal kopling dan 4 hingga 6 tingkat percepatan saat melaju di jalanan. Pengemudi hanya perlu memindahkan tuas transmisi pada posisi ‘D’ dan injak pedal gas dan rem sesuai kebutuhan. 

Sementara itu pada mobil manual, rasio perbandingan putaran antara mesin dan roda diatur oleh barisan roda gigi yang memiliki rasio berbeda-beda di dalam sebuah box transmisi. Dari dalam transmisi tersebut, terdapat tuas yang biasa digerakkan ketika ingin menambah gigi untuk mendapatkan rasio yang lebih berat saat berakselerasi. Tuas tersebut mengatur pasangan roda gigi mana yang digunakan pada tiap-tiap tingkat percepatan yang dipilih oleh pengemudi. Jadi pengemudi harus berkonsentrasi pada putaran mesin dan memindahkan gigi transmisi disaat yang tepat untuk melakukan akselerasi mulai berhenti hingga kecepatan yang diinginkan. Itulah perbedaan mendasar pada mobil manual dan mobil matic.

Demikian halnya dengan kita berjalan menuju kesuksesan
Kita perlu memikirkan kendaraan "menuju sukses" yang versi matic, full AC, dalam keadaan mesin prima,

Bagaimana caranya?

Salah satunya adalah dengan teknik mengelola pikiran bawah sadar. Pikiran sadar adalah pikiran yang berat, sebaliknya pikiran bawah sadar adalah semacam mesin otomatis. Contohnya jantung, paru-paru, sistem pencernaan tubuh kita terus bekerja tanpa kita merasa lelah, sudah berjalan otomatis.  Sedangkan kita berlari harus menggunakan pikiran sadar.

Saya adalah penulis buku, dengan jumlah karya lebih dari 25 buku. Pernah saya menulis buku yang sangat laris di tahun 2006-2008 dengan judul Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol. Buku tersebut menduduki buku terlaris Kompas Gramedia selama 8 bulan berturut-turut. Tahun 2019 lalu buku saya terbit dengan judul
Menggali Berlian di Kebun Sendiri. (Bisa anda beli di bulalapak)

Mencermati berbagai cara menuju sukses, saya sudah merencanakan menulis buku tentang Sukses Matic. Artikel tentang Sukses Matic pernah saya share ke Ustad Yusuf Mansur dan beliau antusias untuk mendukung. Tampaknya sistem otomatis di pikiran bawah sadar bergerak.  Suatu hari saya mendapat kiriman wa dari seseorang untuk bergabung dengan group Building The Dreams (BTD) 

Di dalam group ini diajari tentang Mekanisme Sukses Otomatis (MSO) yang diajarkan oleh seorang dokter di Surabaya yang telah mengalami sukses dengan "mesin" matic. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, konsep yang ada di group ini ternyata satu ide dengan jalan pikiran saya tentang Sukses Matic. Semakin lengkaplah pemahaman saya mengenai Sukses Matic.

Satu hal yang sangat menarik dari training yang saya ikuti di group wa tersebut adalah bagaimana kita menjalankan program "meningkatkan Plafon Rejeki". Ini sangat penting karena kalau plafon rejeki kita tidak ditingkatkan, maka bekerja sekeras apapun, penghasilan kita akan naik namun suatu saat akan kembali lagi seperti semula. atau penghasilan naik tapi hutangnya bertambah banyak karena salah kelola, tanpa disadari.


Materi lainnya yang sangat yang tak kalah menarik adalah tentang teknik menghilangkan Mental Block, Law of Attraction Materialisasi, dan teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang semuanya diberikan secara gratis melalui training ini.

Saya yakin Anda juga tertarik untuk mengikuti training  gratis tentang bagaimana meraih sukses dengan sistem otomatis. Mumpung masih GRATIS segeralah mendaftar dengan cara klik disini



Posting Komentar

2 Komentar

  1. Satu kata awal : Ruaarrr biasa josgandozz artikelnya pak Bambang, sangat menginspirasi utk kerja lebih cerdas./YD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Candra. Sukses buat bapak yang ahli jualan property secara online

      Hapus